Mengharukan! Bayi Nisa yang Memeluk Jenazah Ayahnya dengan Kondisi Sudah Meninggal Selama 3 Hari

Beritasantai.com - Sebelumnya diberitakan seseorang bayi berumur 14 bulan ditemukan dengan kondisi lemas dengan memeluk jenazah ayahnya yang diduga sudah meninggal selama 3 hari. Kejadian ini berlangsung di komplek Perumahan Kaliwining Asri, Dusun Bedadung Kulon, Rambipuji, Jember. Kondisi balita yang bernama Siti Annisa Syafir ini saat ini nampak sehat serta aktif.

Bayi wanita yang bernama Nisa ini diprediksi sudah 3 hari bersama jenazah Si Papa yang telah wafat dalam keadaan membusuk. Yang bikin terharu adalah, Nisa hidup sendirian serta terkurung di dalam rumahnya. Karena balita yang imut ini tinggal hanya dengan ayahnya yang bernama Aan Junaidi alias Fauzi saja, karena sang ibu bekerja di luar negeri sebagai TKW.


Sebelumnya bau busuk yang menusuk hidung, membuat warga menaruh kecurigaan terhadap korban yang tidak keluar rumah beberapa hari. Pasalnya lampu rumah juga masih menyala, serta keadaan pintu terkunci. Masyarakat akhirnya memberanikan mengetuk pintu rumah korban kemudian berupaya memanggilnya beberapa kali, tetapi nihil tidak ada jawaban dari dalam rumah. Namun, lamat-lamat terdengar suara tangisan bayi.

Setelah itu masyarakat memberi tahu kasus ini ke Polsek Rambipuji. Kapolsek Rambipuji AKP Sutarjo menerima laporan dari masyarakat dekat jam 14. 00 WIB. Masyarakat melapor sebab mulai curiga sehabis mencium aroma busuk dari rumah Fauzi. Polisi yang didampingi oleh pimpinan RT setempat berinisiatif buat mendobrak pintu.

“Disaat kami tiba, pintu dalam kondisi tergembok, kalian panggil RT serta RW setempat, sebagai saksi untuk membuka secara paksa pintu rumah,” kata Sutarjo.

Setelah bisa masuk ke dalam rumah, polisi mendapati korban sudah meninggal di dalam kamar dengan keadaan badan yang memperihatinkan, dengan telentang diatas kasur mengenakan sarung ditambah dengan bau yang menyengat.

Yang bikin masyarakat terharu adalah bayi Nisa ditemukan disamping ayahnya sambil memeluk jenazah ayahnya. Saat ditemukan warga sekitar dan polisi, kondisi bayi Nisa terus menangis dalam posisi memeluk tubuh Si Ayah yang diduga sudah meninggal sejak 3 hari.

Kemudian setelah itu, bayi Nisa yang terus menangis serta dalam keadaan lemas, langsung digendong oleh seseorang masyarakat untuk diberi pertolongan awal. Pertolongan itu adalah seseorang bidan puskesmas yang memberikannya air gula serta memandikannya, setelah itu diberi susu.

Menurut penuturan warga sekitar, kondisi Nisa sangat memprihatinkan waktu ditemukan oleh polisi, hingga membuat polisi yang menggendongnya sampai menangis. Bayi Nisa sudah 3 hari tidak makan serta minum, hanya keajaiban yang membuat Nisa masih bisa hidup.

Atas permintaan istri korban yang bekerja sebagai TKW di Taiwan, Jenazah Fauzi dibawa ke RSD dokter. Soebandi Jember buat di autopsi lebih lanjut. Sedangkan anak perempuannya, dibawa ke puskesmas serta kondisinya kini berangsur membaik. Saat ini Nisa dirawat oleh bibinya.

Dugaan sementara, korban wafat sebab sakit. Kapolsek Rambipuji AKP Sutarjo menduga kematian korban Fauzi diakibatkan riwayat penyakit diabet. Namun dia berkata itu cuma dugaan sementara, karena masih menunggu dari hasil otopsi pihak rumah sakit.

"Jika dari penjelasan masyarakat terakhir diketahui, hari Sabtu malam korban masih terlihat di depan rumah, serta diberi nasi kotak tasyakuran. Setelah itu Minggu pagi masih nampak di rumahnya, sore sampai korban ditemukan korban sudah tidak terlihat," kata Sutarjo.

Menurut salah satu petugas, korban cuma tinggal berdua dengan anaknya yang masih bayi. Sedangkan istrinya jadi TKW yang bekerja di Taiwan sudah 5 bulan. Masih menurut warga sekitar korban adalah orang yang tertutup di lingkungannya.

Saat ini kondisi Nisa sudah berangsur pulih dan ceria. Kisah mengharukan dari bayi Nisa yang bisa bertahan hidup selama 3 hari tanpa makan dan minum. Semoga Nisa bisa tumbuh menjadi bayi yang sehat ya!