Penjual "Siomay Pink" Dulu Miliyader Sekarang Bangkrut, Kini Mulai dari Nol Lagi

Beritasantai.com - Roda kehidupan terus berputar, ada kalanya kita hidup di atas dan ada masanya kita hidup terpuruk di bawah. Begitu pula yang di alami Bapak Sriyono, seorang mantan miliarder yang kini berjualan siomay keliling. Namun, pesona dan penampilannya yang eksentrik, membuat banyak orang kagum dan salut padanya.

Lelaki kelahiran Klaten, 21 Juli 1954 itu berdagang menjajakan siomaynya di pinggir jalan di kawasan Graha Raya Bintaro.


Beratribut serba pink, mulai dari topi, baju hingga sepeda yang dibuat jualan siomay. Untung saja warna siomaynya tidak ikut pink yaa? Sriyono tampak tak malu untuk kembali menjajakan siomaynya di pinggir jalan.

Pak Sriyono yang dulu sempat menjadi bos Siomay Pink itu menyatakan, dirinya bangkrut dan rugi miliaran rupiah sehingga ia berusaha untuk kembali menjajakan dagangannya di pinggir jalan. Meskipun telah rugi milyaran dan harus berjualan di pinggir jalan, ia tetap menjalaninya dengan menikmatinya.

Kisah Pak Sriyono Penjual Siomay Pink bermula dari tahun 1969 ketika pria kelahiran Klaten, 21 Juli 1954 ini merantau ke Jakarta untuk menjadi sales mobil. Saat itu, tiba-tiba saja dia sangat suka pada makanan siomay dan memutuskan untuk belajar cara membuat makanan itu. Dia lantas berguru pada seorang keturunan Tiongkok asal Pulau Bangka.

Beliaulah yang mengajari Sriyono membuat siomay. Selama setahun penuh bekerja tanpa digaji untuk mendapatkan resep rahasia sang penjual siomay itu. Beberapa tahun kemudian, sang guru yang mengajarinya membuat siomay meninggal dunia, dan mewariskan usaha siomay kepada Sriyono. Pada tahun 1980-an, Sriyono bertekad untuk memulai usaha siomay keliling di Jakarta dengan modal patungan dengan beberapa temannya.

Berbagai cara dilakukan membesarkan usaha siomaynya. Mulai membuat gerobak kecil di atas sepeda keliling hingga mendirikan warung-warung kecil. Akhirnya puncak sukses diraih pada tahun 1996, ketika dirinya berhasil membuat outlet di salah satu mal elite di ibu kota, yakni Plaza Senayan.

Sriyono adalah perintis dan pemilik outlet Siomay Senayan dengan beberapa cabang yang tersebar. Pendapatan bisnisnya saat itu mencapai Rp 2 miliar per tahun. Wow… fantastis! Dia menikmati sukses berjualan siomay dengan berstatus bujangan. Sriyono mengingat waktu itu tinggal di ibu kota dengan duit melimpah bagai hidup di surga.

Bahkan, bisnisnya sangat kuat sehingga ketika krisis ekonomi tahun 1998 menerpa bisnisnya tidak ikut kena imbas. Tapi, dia justru masih bisa mendirikan outlet di beberapa tempat lain. Hingga pada bulan April tahun 1999, Sriyono memutuskan untuk mengakhiri masa lajang dan menikahi putri seorang polisi.

Mungkin awal keterpurukan Sriyono bisa dikatakan dari sini. Pernikahan yang dari awal tidak direstui orang tua sang istri, kemudian menjadi bom waktu bagi kehidupan Sriyono dan bisnisnya. Konflik rumah tangga yang tak kunjung berakhir membuat konsentrasi Sriyono pada bisnisnya mulai berkurang.

Padahal waktu itu, dia menjadi satu-satunya pengusaha siomay yang meneken kontrak dengan gerai waralaba Kentucky Fried Chicken (KFC). Sriyono menyuplai siomay di puluhan gerai KFC di Jakarta yang ketika itu memiliki menu khusus siomay.

Namun, konflik rumah tangga yang menjadi bom waktu itu akhirnya meledak. Membuat Sriyono terpaksa menjual hak paten Siomay Senayan dan usahanya pun gulung tikar.

Kini sang penjual Siomay Pink itu menjalani proses kehidupan dari bawah lagi. Dan yang bikin salut netizen adalah semangat dan kegigihan dari Pak Sriyono sendiri. Meskipun berjualan di pinggir jalan, sosok yang selalu menggunakan atribut pink ini selalu bahagia, tampak jelas dari wajahnya. Bahkan beliau tidak terlalu larut dalam kesedihan dan selalu optimis. Pak Sriyono bangkit dan mengatakan akan kembali membuka ruko di kawasan Swadaya, Jakarta Selatan per 1 Agustus 2019 mendatang dan akan memanfaatkan teknologi untuk menjalankan bisnisnya.

’’Mungkin karena saya dianggap nyentrik. Itu saja. Tapi, entahlah, saya nikmati saja momen-momen ini,’’ ujarnya Pak Sriyono sambil melayani pelanggan.

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah Pak Sriyono penjual Siomay Pink adalah, selalu nikmati proses yang Tuhan berikan kepada kita. Karena dibalik ujian yang dihadapi ada kenikmatan yang menanti.

Selalu semangat yaa Pak Sriyono. Sukses terus buat "Siomay Pink"nya!