Mengenal Desa Sendi, Desa di Mojokerto yang Tidak Diakui oleh Pemerintah

Beritasantai.com - Sebuah desa di tepian hutan lindung taman hutan raya Raden Suryo, Kecamatan Pacet,Kabupaten Mojokerto tak pernah dapat bantuan apa pun dari pemerintah. Baik bantuan infrastruktur atau pun bantuan sosial lainya. Pihak pemerintah daerah setempat belum mengucurkan bantuan apa pun ke desa Sendi karena belum terdaftar sebagai desa di Pemkab Mojokerto.

Memasuki gerbang Desa Sendi Anda akan dibuat kaget, karena jalannya yang belum beraspal dan masih tanah liat. Desa ini terletak di kaki gungung Welirang 800 meter diatas permukan laut. Menurut sejarah, Desa Sendi sudah ada sejak tahun 1912, namun pada tahun 1931 dilakukan tukar guling tanah oleh Pemerintah Hindia-Belanda kala itu. Selanjutnya wilayah ini dibuat perkebunan serai, dan semenjak itulah Desa Sendi dihilangkan dari administrasi pemerintahan Kabupaten Mojokerto hingga sekarang.




Namun pada era reformasi tahun 1998, anak keturunan warga Desa Sendi kembali menduduki wilayah ini lagi, dan sekarang sudah ada hampir 40 kepala keluarga yang menetap. Sangat disayangkan sejak Desa Sendi kembali berpenghuni dari tahun 1998, desa ini tidak berubah sama sekali. Jalanan masih berupa tanah liat dan bebatuan yang sulit diakses. Desa ini tidak memiliki fasilitas kesehatan dan fasilitas pendidikan, bahkan tidak ada sekalipun bantuan pemerintah terkait infrastuktur untuk desa ini.

Untuk bersekolah dan berobat warga Desa Sendi harus berjalan menuju Kota Pacet yang berjarak puluhan kilometer. Untuk penerangan warga berswadaya membangun pembangkit listrik Mikrohydro yang  memanfaatkan aliran sungai dari perbukitan. Sedangkan tiang listrik menggunakan bambu. Warga setempat juga tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah Mojokerto.

Saat dikonfirmasi, sebenarnya pemerintah kabupaten Pacet bukan tidak tahu keberadaan Desa Sendi, namun pihaknya sengaja tidak memberi bantuan ke Desa ini karena belum terdaftar sebagai desa di Kabupaten Mojokerto.

Harapan warga Desa Sendi agar diskriminasi terhadap desanya segera berakhir. Mereka pun tidak berani membangun rumah karena status tanah yang belum jelas. Begitu juga dengan akses ekonomi yang hanya mengandalkan para pengunjung wisata taman hutan raya Raden Suryo yang melintas dan mampir diwarung-warung mereka.

Miris bukan? Semoga pemerintah Kabupaten Mojokerto segera bertindak untuk memberi perhatian dan bantuan terhadap saudara-saudara kita yang ada di Desa Sendi ini.